Karawo

Karawo adalah kain tradisional khas Gorontalo yang pembuatannya merupakan hasil kerajinan tangan. Proses untuk pembuatan kain sulaman karawo terdiri dari 5 tahap, yaitu. Design, Iris, cabut Benang, ikat dan sulam.

Proses design adalah mendesign motif yang akan di karawo pada kertas, kemudian motif yang telah didesign disesuaikan dengan kain dan di iris berdasarkan motif tadi. Proses selanjutnya adalah pencabutan benang setelah diiris tadi. Proses ke empat adalah mengikat dan terakhir menyulam atau Mo Karawo.

Proses mengiris atau proses kedua adalah proses yang menentukan dalam Karawo, karena jika proses ini gagal, maka kain yang akan digunakan menjadi rusak dan gagal. Maka proses ini harus dilaksanakan dengan hati-hati.

Karawo merupakan Bahasa Gorontalo yang artinya sulaman dengan tangan. Orang-orang di luar Gorontalo mengenalnya dengan sebutan Kerawang.

Karawo lahir dari proses panjang yang merupakan buah dari ketekunan para perajin. Seni membuat Kerawang atau Karawo disebut “Mokarawo”. Seni ini telah diturunkan dari generasi ke generasi sejak masa Kerajaan Gorontalo masih berjaya.

Keindahan motif, keunikan cara pengerjaan, dan kualitas yang bagus membuat Kerawang atau Karawo bernilai sangat tinggi. Maka tak mengherankan jika keunikan dan kualitas tersebut diminati oleh banyak kalangan, baik dari dalam maupun luar negeri.